KABARKALTIM - menjelang dini hari, martha berteriak lantang di depan rumahnya,"tolong,tolong" kontan aksi ini membuat kaget sebagian orang yang mendengarnya. suaranya terdengar hingga radius sekitar lima meter.
ternyata teriakan martha memohon bantuan , memberi kode jika ada bencana kebakaran yang berada di sebelah rumahnya, senin (12/11/2018), sekitar pukul 22.20 Wita,di jl poros ujoh bilang, RT 10, kecamatan long bangun, kabupaten mahakam ulu (mahulu), Provinsi Kalimantan Timur.
pengamatan orang sekitar yang tdak jauh dari lokasi, melihat sebuah rumah yang persis di depan lapangan bulu tangkis ujoh blang atau samping rumah martha, mengalami rusak parah, si jago merah telah melahap semua bagian lantai dua.
"saya lagi santai, tidur-tiduran di dalam kamar. dengan teriakan langsung saya keluar.api sudah membesar, membakar satu rumah di bagian lantainya. sempat takut, panik juga,"ungkap putri, penghuni kosan yang berada di depan persis bangunan rumah yang terbakar.
Api yang membakar rumah sangat cepat merembet ke tempat lain, mengingat bahan bangunan rumah terbuat dari kayu, disertai tipuan angin kencang ke arah hulu, membuat malapetaka kebakaran semakin merajalela.
Beberapa warga yang melihat pun langsung bertindak, ada yang mencoba menghubungi kepolisian serta petugas pemadam kebakaran dan juga ada yang berinisiatif menjulurkan selang air dari beberapa rumah yang aman dari kebakaran, untuk melakukan pemadaman.Sekitar hampir 25 menit kemudian, setelah adanya teriakan Martha, satu unit mobil pemadam kebakaran berunjuk gigi lakukan pemadaman.
Namun kondisi banyaknya warga yang menonton di tengah jalan, menyulitkan mobilitas pasukan pemadam masuk ke area.
Begitu mobil pemadam tiba tepat di depan rumah terbakar, terlihat ada beberapa warga yang berusaha naik ke bagian atas mobil pemadam. Warga tersebut berdebat dengan petugas pemadam dalam hal penyemprotan air untuk menaklukan si jago merah.
Belum sampai sekitar 20 menit, mobil pemadam tersebut kehabisan pasokan air. Lantas pergi menjauh dari lokasi kebakaran. Namun api masih berkobar, belum sepenuhnya padam.
Angin yang bertiup semakin memperbesar api, daya jangkau api mencapai atap rumah Martha, hingga akhirnya dilahap semua secara keseluruhan.
"Ya Allah, bagaimana rumah saya. Ya Allah, tolong lah saya, ya Allah. Tolong,” ungkap Imam, yang rumahnya sempat hampir mau ikut terbakar.
Seorang saksi mata, Rosi, waktu itu sempat kaget ada suara teriakan wanita meminta tolong. Dan rupanya kebakaran hebat, terjadi persis di depan hunian Rosi. Kontan dia pun langsung evakuasi istri dan anaknya yang masih balita.“Saya kaget api sudah sangat membesar. Hawa panasnya sudah terasa. Satu rumah semua kebakar, satu rumah lagi sudah sebagian terbakar. Saya bilang sama istri keluar rumah, selamatkan barang-barang yang penting saja,” katanya kepada Tribunkaltim.co.
Dia sempat khawatir, api menjalar ke depan huniannya, mengingat kala itu angin bertiup kencang dan semua rumah yang terbakar termasuk di lingkungan sekitarnya merupakan bahan material kayu.
“Takut merembet, rumah dari kayu semua. Sejenis kayu yang mudah terbakar. Cari aman saja, ke tempat yang aman, pergi menjauh,” ujarnya.
Pantauan Tribunkaltim.co, sekitar pukul 23.20 Wita, dua unit mobil pemadam diterjunkan. Api masih berkobar di sela-sela bangunan yang sudah menjadi arang. Petugas pemadam masih bekerja, memaksimalkan pemadaman.
Sampai sekitar pukul 00.30 Wita, si jago merah baru benar-benar bisa dipadamkan secara menyeluruh.
Akibat bencana kebakaran ini, sebanyak dua unit rumah habis, hangus terbakar.
Rumah dalam keadaan rata menjadi arang dan satu mobil jeep mini hijau ikut rusak, terjilat si jago merah.
Petaka tengah malam ini tidak sampai menelan korban jiwa. Sampai akhirnya, kepolisian Polsek Long Bagun pun memberikan garis polisi di area lokasi kebakaran, untuk dilakukan olah kejadian perkara.
Sampai sejauh ini pihak kepolisian sedang mendalami penyebab terjadinya kebakaran tersebut.